Berinvestasi sekaligus Menyelamatkan Bumi

sacsacscsa

Tak lagi semata mengejar benefit, investasi berbasis peduli lingkungan menjadi tren baru. Green Fund Investment, namanya. Para manajer investasi dunia pun mulai merilis reksadana baru ini.  Bagaimana Indonesia?

Green fund atau reksadana sosial. Begitulah nama jenis investasi yang sedang dipergunjingkan itu. Sesuai dengan namanya, produk investasi ini tak hanya menawarkan keuntungan semata. Green fund atau reksadana sosial ini ini juga memiliki niat mulia, yaitu menyumbangkan sebagian keuntungan (return) investasi untuk program pelestarian lingkungan.

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus partisipasinya terhadap pelestarian lingkungan, manajer investasi tak lagi membenamkan dananya di sembarang tempat maupun jenis investasi pada lazimnya. Produk reksadana atau produk investasi ini hanya akan berinvestasi pada surat-surat berharga terbitan perusahaan-perusahaan yang ramah lingkungan.

Kemunculan green fund sebagai salah satu bentuk diversifikasi investasi baru belakangan ini muncul seiring dengan tren dunia yang mulai peduli pada lingkungan. Arah ekonomi dan investasi pun mulai terarah pada investasi peduli lingkungan. Investasi model inilah yang tengah marak dilakukan perusahaan-perusahaan di Eropa.

Walhasil, dunia pelestarian lingkungan kini tak hanya didominasi oleh kegiatan di lapangan. Tahun 2010 yang juga dikenal sebagai Tahun Keanekaragaman Hayati Internasional dan dampak perubahan iklim yang sudah terasa di mana-mana,mengetuk rasa kepedulian dunia usaha untuk melakukan hal berarti bagi bumi yang lestari. Dunia usaha berpandangan, sudah saatnya mereka melakukan aksi penyelamatan bumi. Salah satu caranya melalui sisi ekonomi yaitu investasi dalam bentuk pengembangan investasi yang berkelanjutan.

Secara umum, ada dua strategi utama yang bisa ditempuh oleh reksadana sosial ini. Yang pertama adalah strategi yang menghindari surat berharga terbitan perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori negatif. Misalnya, perusahaan pembuat senjata, alkohol, perusahaan judi, perusahaan pornografi, dan seterusnya.

Yang kedua, ada pula reksadana yang menerapkan strategi memilih surat-surat berharga perusahaan yang ramah lingkungan. Contohnya, perusahaan yang memakai energi alternatif, menerapkan pengelolaan limbah, serta berbagai aktivitas pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia secara berkelanjutan. Di samping itu, reksadana sosial juga memungkinkan para investor untuk mengelola dananya pada perusahaan yang melakukan aktivitas sosial seperti penanggulangan bencana alam, banjir, kebakaran, dan sebagainya.

Di Indonesia, salah satu manajer investasi yang gencar menjajakan produk green fund adalah PT Bahana TCW Investment Management. Bahana TCW mengelola empat produk reksadana sosial. Salah satunya adalah Reksadana Kehati Lestari, yang ditujukan bagi para investor pribadi maupun perusahaan untuk turut serta melestarikan lingkungan.

Dalam hal ini, Bahana TCW bekerjasama dengan Yayasan Kehati. Untuk memenuhi kriteria green fund, Kehati Lestari menginvestasikan 70% dananya di surat berharga perusahaan-perusahaan yang ramah lingkungan. Yayasan Kehati menjadi lembaga yang menentukan kriteria-kriteria perusahaan yang ramah lingkungan tersebut.

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) merupakan sebuah lembaga penyandang dana nirlaba dan mandiri. Lembaga ini bertujuan untuk memberi dukungan sumber daya dan memfasilitasi berbagai aktivitas pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati di Indonesia secara berkelanjutan.

Guna melempangkan niat tulus ini, Kehati juga menggandeng PT. Mega Capital Indonesia (MCI) dengan meluncurkan Reksa Dana Mega SRI KEHATI Harmoni. Keduanya berjalin kelindan dan mengajak investor untuk berivestasi sekaligus menyelamatkan bumi. Produk ini juga dibentuk untuk dapat memberikan tambahan informasi bagi masyarakat agar bisa menginvestasikan dananya pada industri atau perusahaan yang ramah lingkungan.

Tak jauh beda dengan reksadana sebelumnya, konsep investasi model ini dapat dilakukan secara perorangan maupun perusahaan demi mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. Hal ini dilakukan selaras dengan visi, misi, serta peran Kehati, yaitu menjembatani antara dunia usaha dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Organisasi nirlaba ini juga terus aktif mengajak para fund manager untuk bekerja sama mengembangkan produk-produk investasi sejenis sebagai wadah investasi bagi masyarakat dan tentunya bermanfaat bagi pelestarian lingkungan.

Dengan pilihan investasi ini, masyarakat bisa berinvestasi sekaligus ikut dalam upaya aksi pelestarian lingkungan. Aksi ini sejalan dengan program pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kacanya hingga 26% dalam satu dekade ke depan. Angka penurunan ini, separuhnya akan ditempuh (sekitar 14%) melalui rehabilitasi kondisi hutan tropis di Indonesia, antara lain dengan penanaman kembali (reboisasi), restorasi ekosistem, mencegah kebakaran hutan, dan lain sebagainya.

Reksadana berjenis campuran ini memiliki komposisi portofolio minimum 10% dan maksimum 79% pada efek bersifat utang dan sejenisnya serta pada saham dan sejenisnya. Sedangkan komposisi pada instrumen pasar uang minimum 5% dan maksimum 79%, baik dalam mata uang rupiah maupun asing.
Unit penyertaan yang ditawarkan sebanyak-banyaknya  satu miliar, dengan investasi awal minimum Rp 1 juta dan investasi selanjutnya Rp 500 ribu. Untuk biaya pembelian unit minimum 0,5% dan maksimum 2%, biaya penjualan kembali minimum 0,25% dan maksimum 1%. Sementara itu, imbal jasa manajer investasi pun dipatok maksimum 3% per tahun, sedangkan imbalan jasa bank kustodian sebesar 0,2 % per tahun.

Diharapkan produk ini dapat memperluas pilihan para investor sehingga tidak lagi berfokus pada aspek finansial dan jangka pendek saja. Pilihan investasi ini juga memperhatikan aspek sosial dan ekologis dan pertimbangan jangka panjang lainnya.

Sebagai pilihan investasi yang tergolong baru, hingga saat ini memang belum ada cukup bukti bahwa reksadana sosial atau green fund ini bisa menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibanding jenis reksadana lain. Namun, tak ada salahnya Anda meliriknya sebagai pilihan investasi baru. Sembari bergiat aktif dalam upaya pelestarian alam, tentu.

Related Articles :
7 Alasan Anda Mengalami Kredit Macet
Paradoks Tentang Kekayaan
Ini Dia Kata-Kata yang bisa Mendatangkan Profit di Bisnis Anda
Profit Generator
Kedelai Bukan Masalah Harga
Apakah Anda Mengalami Cash Problem ?

UKM Dapat Dukungan dari Indosat

sacsacscsa

Jakarta, 11 Desember 2013 –  Aktivitas bisnis yang dilakukan usaha kecil dan menengah (UKM) kita dapat melaju kencang berkat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu bentuk dukungan dating dari perusahaan telekomunikasi Indosat yang meluncurkan layanan Indosat Business yang menyatukan dua layanan sebelumnya yakni Indosat Corporate Solution dan Indosat Solusi UKM.
“Karena tahun ini Indosat masuk ke UKM, jadi daripada membesarkan dua brand, maka lebih baik digabungkan saja menjadi satu yakni Indosat Business. Tentunya ini untuk mendukung dunia bisnis di Indonesia,” kata Director & Chief Wholesale and Infrastructure Officer Indosat, Fadzri Sentosa.

Dengan tagline Connecting Opportunities, pihaknya berkomitmen untuk mendukung operasional para pelanggan bisnis korporasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) melalui layanan Indosat Business. Menurut dia, layanan ini menghadirkan tiga layanan utama yakni solusi bisnis yang lengkap, dukungan layanan yang baik dan memberikan penawaran dengan fasilitas yang kualitas.

Dalam solusi bisnis terpusat, Fadzri menjelaskan Indosat Business akan menyediakan solusi ICT bagi bisnis mulai dari fasilitas seluler, konektivitas/ sirkuit-sewa, komunikasi antarperangkat dan solusi IT seperti data center, disaster recovery center dan cloud. Menurut dia, hadirnya layanan Indosat Business disebabkan oleh kebutuhan konektivitas yang semakin beragam seiring dengan berkembangnya perusahaan.

“Semakin besar skala perusahaan, konektivitas yang dibutuhkan akan semakin beragam seperti konektivitas dengan para karyawan dan mitra, konektivitas ke internet, ke seluruh kantor cabang, pabrik, armada dan ke infrastruktur IT. Untuk itu kami menyediakan semua konektivitas yang diperlukan pelanggan bisnis,” katanya.

QH

Bank-bank Gagal Salurkan KUR

sacsacscsa

Jakarta, 9 Desember 2013 – Bank-bank di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau gagal menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis.

“Berdasarkan data yang kami miliki sampai sekarang bank-bank di Indonesia hanya berhasil menyalurkan KUR 39 persen dari sekitar 400 triliun dana yang disimpan di bank,” kata politisi Partai Golkar itu.

Dia mengatakan, kalau saja diumpamakan nilai rapor, maka saya memberi penilaian D untuk bank-bank itu. Sementara penyaluran KUR di Kepri hanya sekitar Rp30 triliun, masih tersisa sekitar Rp17 triliun.

Menurut dia, penyebab KUR tidak tersalurkan secara maksimal karena perlakuan bank-bank terhadap pemohon masih sangat kaku dan bank-bank tidak dikenakan sanksi jika tidak berhasil menyalurkan KUR secara maksimal.

Dia merincikan, bank-bank memberlakukan persyaratan yang kaku seperti, pemohon kredit diwajibkan menunjukkan surat nikah, selain surat ijin usaha dan kartu tanda penduduk. Hal itu memberatkan pemohon kredit, terutama yang tidak memiliki lagi surat nikah karena hilang.

Semestinya pihak bank dapat mencari kebenaran dari tetangga pemohon kredit untuk memastikan apakah pemohon sudah menikah atau belum, jika itu dibutuhkan. Tetapi yang paling penting sebenarnya adalah bank dapat memastikan apakah pemohon pinjaman itu memiliki usaha atau tidak.

QH

Pemerintah-Pengusaha Siap-siap Hadapi AEC

sacsacscsa

Jakarta, 6 Desember 2013 – ASEAN Economic Community (AEC) atau masyarakat ekonomi ASEAN tidak bisa mundur lagi. Karena itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengajak pengusaha membuat program bersama menghadapi persaingan yang semakin ketat di kawasan Asia Tenggara pada 2015. “Sekarang saya lebih proaktif mengajak pengusaha untuk bekerja sama meningkatkan daya saing hadapi AEC,” katanya pada forum komunikasi dengan dunia usaha dan instansi terkait, di Kuta, Bali, kemarin.

Pada forum bertajuk “Kesiapan Sektor Industri Menghadapi ASEAN Economic Community 2015” itu, Hidayat mengatakan pihaknya tidak ingin terulang lagi kejadian ketidaksiapan pengusaha Indonesia menghadapi pasar bebas ASEAN – China (CAFTA) 2009. Ia menceritakan ketika ia baru menjadi Menteri Perindustrian pada 2009 langsung dihadapi masalah ada 220 jenis produk industri yang tidak siap bersaing di CAFTA.

“Menghadapi AEC ini, saya mengajak dunia usaha mempersiapkan program bersama guna meningkatkan daya saing, lebih efisien, membuat produk yang unggul, dan memberantas penyelundupan,” ujar Hidayat. Dengan sisa waktu sekitar dua tahun ini, diakuinya banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah dan dunia usaha agar siap hadapi AEC.

Hidayat melanjutkan, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi sektor industri jelang AEC antara lain kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang tidak sebanding dengan kenaikan produktivitas, kurangnya pasokan gas untuk industri, belum terjaminnya pasokan bahan baku dari dalam negeri, serta rendahnya kualitas SDM di bidang industri.

Di tengah tantangan yang tidak mudah dilalui itu, Hidayat mengarahkan berbagai kebijakan di perindustrian menuju Indonesia sebagai basis produksi dan mendapatkan keuntungan yang maksimal dari AEC 2015. “Dalam integrasi ASEAN production chain itu, Indonesia diharapkan mendapatkan peran bukan sebagai pemasok bahan mentah dan pasar hasil produk ASEAN tapi juga menjadi basis produksi,” katanya.

Program Kemenperin untuk mencapai target tersebut antara lain penerapan bea keluar bahan mentah seperti CPO, karet, dan kakao, kemudian pengurangan/penghapusan PPnBM dalam pengembangan low cost & green car (LCGC), pengembangan industri komponen dan aksesoris kendaraan, dan peningkatan kompetensi SDM di bidang industri.

QH

Menambang Laba dari Industri Kreatif

sacsacscsa

Mengemas keahlian, talenta, maupun kreativitas ternyata tak hanya menyenangkan, tapi juga menguntungkan.Mendapatkan tempat seiring dengan kemajuan ekonomi kreatif. Benturan ide, ego, dan miskin ide menjadi kendala.

Untaian nada dari dawai gitar nan rancak langsung mengelus-elus indra pendengaran begitu pemutar peranti compact disc itu bekerja. Aliran progresi nada-nada bertema musik blues terasa begitu kental. Sesaat kemudian, hentakan drum yang tegas dan mantap mengiringi. Setelah mengambil beberapa ketukan, untaian lirik melintas dengan warna suara yang khas. Menyulam melodi, menyambung harmoni.

Pemaparan di atas adalah lagu pertama dari album grup musik asal Denpasar, Bali yang bernama Dialog Dini Hari (DDH), sebuah kelompok seniman yang digawangi musisi Dadang SH Pranoto. Grup yang dipeloporinya ini merupakan proyek kreativitas kolektif, dan belum genap setahun terbentuk. Namur, album Beranda Taman Hati yang digarap secara independen makin mendapat tempat di hati publik dan mereguk keuntungan ekonomi.

Kelompok seniman ini tak sendirian. Berbagai kelompok yang bergerak di bidang industri kreatif lainnya, seperti film, drama, tari, media, periklanan, arsitektur, fashion pariwisata, kerajinan, hingga pertunjukan jasa kreatif lainnya telah berkibar seiring dengan demam ekonomi kreatif yang melanda negeri. Dengan keahlian dan talenta yang dimiliki, mereka berperan besar dalam peningkatan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi melalui penawaran kreasi intelektual yang mereka produksi.

Kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship belakangan ini menjadi kawan segendang sepenarian. Ketiganya selalu melengkapi, bahkan menjadi prasyarat bagi lahirnya karya dan terobosan baru dalam industri kreatif. Tak hanya itu, ketiga aspek ini pun menjadi ajimat baru dalam menambang keuntungan dan prestasi.

Banyak orang maupun kelompok yang dapat kita sebut dengan mudah, betapa kreativitas telah menjadi ladang usaha sekaligus penggerak industri baru. Jagat hiburan, seni budaya, maupun inovasi-inovasi baru yang sarat kreativitas selalu memunculkan tokoh-tokoh ekonomi baru di tanah air.

Menurut catatan Direktorat Jenderal Industri Kreatif, Kementerian Perdagangan, terdapat beberapa faktor yang mendukung ekonomi kreatif menjadi masa depan ekonomi nasional. Pertama, adanya ide dasar atau stock of knowledge. Kedua, semangat kewirausahaan yang tinggi. Ketiga, pendanaan atau sistem pembiayaan yang bisa mengatasai masalah. Keempat, adalah apa yang disebut dengan the triple helix, yakni kerjasama strategis antara akademisi, pemerintah, dan bisnis.

Berdasarkan aspek-aspek di atas, Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan industri kreatif. Berdasarkan data makro yang dimiliki, industri kreatif telah menyumbang PDB sebesar Rp 150 triliun serta dapat menyerap tenaga kerja lebih dari tujuh juta. Penyumbang terbesar dari industri kreatif adalah industri fashion sebesar 40 persen, diikuti industri kerajinan yang memberikan kontribusi sebesar 25 persen.

Inggris, yang pertama kali memperkenalkan istilah industri kreatif pada 1997, menerima pendapatan nasional sebesar 7,9 persen atau £ 76,6 milyar pada 2000. Mengingat perannya yang tak kecil, Pemerintah Inggris menggarap sektor ini secara serius dan menetapkan 13 sektor usaha yang tergolong sebagai industri kreatif. Sektor yang dimaksud antara lain periklanan, kesenian dan barang antik, kerajinan tangan, desain, tata busana, film dan video, perangkat lunak hiburan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan, jasa komputer, televisi, dan radio.

Layaknya orang yang kreatif, seorang entrepreneur dapat mengubah rongsokan menjadi emas. Entrepreneur dengan kemampuan pikiran dan tangan dinginnya mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan benefit berlimpah. Tak hanya itu, dengan latar belakang pendidikan yang baik dan berkualitas, orang yang bergerak di bidang industri kreatif mampu bersaing, berinovasi, dan kaya dengan ide-ide baru dalam perjalanan bisnisnya.

Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang baru, original, dan out of the box. Kreativitas menjadi inovasi ketika disambut oleh pasar. Dan, seorang entrepreneur tidak boleh berpuas diri terhadap produk yang dihasilkannya. Sebab, produk kreatif memiliki ciri yang khas, siklus hidup yang singkat, risiko tinggi, margin yang tinggi, keanekaragaman tinggi, persaingan tinggi, dan mudah ditiru.

Karena itu, pengembangan inovasi yang dilakukan secara kolektif menjadi resep baru agar mampu menggali ide secara terus menerus. Pasalnya, dalam industri kreatif, unsur kreativitas dan ketekunan dalam menemukan ide baru menjadi modal awal. Prinsipnya, siapa yang kreatif, ia akan eksis. Siapa yang kuat secara ide, dia yang bakal digdaya. Sebaliknya, berhenti dalam berkreativitas sama saja bunuh diri pelan-pelan.

Kreativitas yang dilakukan secara kolektif, bisa membuat pekerjaan menjadi lebih ringan dan efisien. Sebuah proses kreatif yang dilakukan secara bersama-sama bahkan bisa menghasilkan karya seni yang ‘kaya’. Namun, hal ini bukan tanpa kendala. Aktivitas seni yang dilakukan secara kolektif tentu mengundang sejumlah persoalan yang tidak bisa disebut sederhana. Mengelola kerjasama tim, menjembatani ego, hingga menyatukan ide dari banyak kepala, tentu bukan hal mudah.

Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang menjadi dasar terbangunnya proses kreativitas kolektif yang produktif. Komunitas komik yang sering menggarap produksi komik secara kolektif harus menyadari posisi dan tanggung jawab masing-masing dalam pengembangan kreativitas adalah hal terpenting. Selain itu, setiap individu yang tergabung dalam kreativitas kolektif harus menyadari bahwa keeksisannya adalah bagian dari mata rantai yang saling terkait.

Sementara itu, grup musik DDH memprioritaskan attitude sebagai hal penting di balik kerja kreatif secara kolektif. Menurut mereka, etika sederhana itu penting untuk meramu ego masing-masing personel. “Jika memiliki attitude yang baik dan positif, tentu akan tercipta suasana saling menghargai dan respect antar anggota,” ujar Dadang, vokalis DDH.

Memang mengelola individu-individu dalam proses kreatif yang dilakukan secara bersama-sama tidak mudah. Karena persoalan banyak muncul dari benturan ide dan ego yang merupakan hal yang kadang sulit diperdebatkan. Hanya toleransi, kesabaran, sampai kedewasaan dalam menyikapi perbedaan lah yang dapat menjembatani berhasilnya penciptaan sebuah karya yang dibangun oleh lebih dari satu kepala.

Industri Kecil dan Menengah Atasi Pengangguran

sacsacscsa

Jakarta, 5 Desember 2013 – Persoalan pengangguran maupun kemiskinan menjadi masalah yang belum bisa diselesaikan hingga saat ini. Namun, Industri Kecil dan Menengah (IKM) diyakini menjadi kunci untuk mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

“Dua persoalan itu lebih efektif dan efisien kalau diatasi lewat IKM,” kata Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun. Hal itu, menurut dia, disebabkan karena IKM bersifat padat karya sedangkan industri besar tidak bisa menyerap banyak tenaga kerja karena proses produksinya sudah digantikan oleh mesin.

Menurutnya, IKM memiliki peranan besar dalam membangun negara meskipun IKM sering menghadapi kendala keterbatasan modal yang tidak dialami oleh industri-industri besar. Untuk bisa mewujudkan Indonesia sebagai negara industri, sambung Alex, perlu sinergi antara IKM dengan industri besar sehingga bisa memperkuat struktur industri bangsa.

Saat ini jumlah unit usaha IKM di Indonesia mencapai 3,9 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 9,14 juta orang. IKM-IKM tersebut 75 persen diantaranya berkembang di Pulau Jawa, sedangkan 25 persen lainnya di luar Pulau Jawa. “Diharapkan porsi IKM di luar Pulau Jawa bisa naik jadi 40 persen pada 2014,” kata Alex.

QH.

Cashflow Improvement Strategies

sacsacscsa

Financial Mastery & Cashflow Generation Strategy
Program Khusus FINANCE for NON-FINANCE Managers & Leaders

What YOU don’t know is what costs you MONEY.
In one day, I will teach you to read, understand and USE the financial statements to make well informed, intelligent, strategic business and investment decisions!
Remember! The numbers DON’T LIE – Listen to your numbers so you can make more solid financial decisions.

Wealth Alchemy & Financial Coaching
Apa persamaan, Fortune 500 Companies seperti Marriott, Sony Corporations, Proctor and Gamble dengan bisnis anda?
Mereka memulai dari kecil…

Apa perbedaannya?

Mereka menguasai Rahasia Alchemy of Wealth dan Financial Mastery …!!!

  • Tahukah Anda bisnis besar Fortune 500 companies awalnya adalah UKM?
  • Tahukah Anda Marriott memulai bisnis raksasanya dengan berjualan root beer?
  • Tahukah Anda Sony memulai bisnis dengan menjual rice cooker?
  • Tahukah Anda Proctor and Gamble memulai bisnis dengan berjualan lilin door-to-door?

“Semua orang bisa memulai sebuah bisnis, untuk MEMBANGUN bisnis, Anda membutuhkan SKILL yang berbeda.”
Keith Cunningham, Penulis buku Keys to The Vaults

Ini adalah persepsi yang sering saya dengar di antara pengusaha:

  • “Manager saya tidak memahamikeuangan”
  • Laporantidak akurat”
  • “Ingin ekspansi, tapi tidak tahu mendapat modal dari mana”
  • “Laporan keuangan ada, tapi tidak tahu cara membacanya
  • “Ada profit tapi tidak ada uang di bank
  • “Uang banyak bisa membuat kita jauh dari TUHAN”
  • “Banyak uang tambah pusing”
  • “Makin banyak uang, banyak juga pengeluarannya”
  • “Saya tidak ada bakat jadi orang kaya”
  • “Orang tua saya miskin”
  • “Hutang itu BAGUS! Hutanglah sebanyak-banyaknya!”


Harus diikuti oleh:

Business owners, Managers, Accounting Managers, Sales Managers… yang ingin:

  • Menguasai Psychology of Wealth dari CEO Fortune 500 Companies
  • Mengerti the basic of wealth
  • Discovering Money dan pola pikiran bawah sadar yang menolak UANG
  • Creating Money Alchemy
  • Mengunakan Money Autobiography untuk merancang masa depan
  • Father, Mother and Genealogical pattern
  • The Message from Archetypes
  • Releasing Anger, Sadness, Fear, Hurt, Guilt,  dan Shame
  • My Money Container
  • The Cycle of Giving and Receiving
  • Putting Smart Goals in your Future


Anda juga akan menguasai

  • Bagaimana membaca kesehatan bisnis anda dalam satu halaman
  • Bagaimana mendapat investor dan memilih investor yang tepat
  • Bagaimana mengetahui problem anda, Karena struktur bisnisvs Operasional
  • Bagaimana Berkomunikasi dengan bisnis anda melalui ‘UANG’
  • Bagaimana Membuat BAD DEBT menjadi lancarkembali
  • Menemukan Hidden CASH di bisnis anda
  • Berhenti menerka-nerka apakah anda untung atau rugi bulan ini
  • Memutuskan by DATA vs EMOSI agar setiap keputusan bisa dipertanggungjawabkan
  • Melakukan expansi bisnis dan menghitung nilai bisnis anda secara benar
  • Belajar memahami Accounting dalam waktu yang singkat
  • Belajar mengontrol bisnis dari jarak jauh
  • Mengendalikan masa depan Keuangan Anda


REGISTER NOW!


CALL
: 021 29078909,
www.topcoachindonesia.com