Adu Cerdik dengan Tom & Jerry Industri animasi merupakan tambang duit yang menjanjikan. Layar lebar, layar kaca, hingga penerbitan media menjadi lumbung kreasi para animator.

sacsacscsa
Dunia tampak begitu heboh menanggapi dua berita besar seputar akuisisi dua pelaku industri animasi dunia, Dreamworks SKG dan Pixar, beberapa waktu lalu. Bukan semata karena peralihan atas kepemilikan, tapi pada perputaran uang yang melibatkan ratusan juta dollar. Untuk mendapat sebagian saham Dreamworks SKG milik Steven Spielberg, George Soros harus merogoh duit hingga US$1,6 miliar. Sedang Walt Disney harus mengelontorkan dana senilai US$7,4 miliar untuk mengakusisi Pixar milik mendiang Steve Jobs.
Sekadar diketahui, Dreamworks SKG adalah pembuat film animasi Antz, Shrek, dan Shrek II yang mampu menyedot jutaan penonton dunia. Sedangkan Pixar memproduksi Toy Story, Finding Nemo, dan The Incredibles yang juga menuai sukses besar. Karya-karya inilah yang menambang pundi US$230 juta hingga US$921 juta.
Memang, uang yang berputar di industri ini cukup mencengangkan. Sebagai contoh, film animasi buatan Disney tahun 1937, White Snow and Seven Dwarfs dengan modal US$1,5 juta bisa meraup untung sampai US$186 juta. Ini belum termasuk kekuatan lain seperti Warner Bros dengan Pokemon, Fox dengan Ice Age, dan kekuatan tradisional di luar AS seperti Eropa dan Jepang. Belakangan, Cina, Korea, dan India muncul sebagai kekuatan baru.
Bagaimana dengan Indonesia? Perkembangan industri animasi sebetulnya telah meluas di Indonesia, bahkan menjadi pusat produksi industri film animasi Jepang dan Amerika. Sejumlah studio maupun penggiat animasi telah dikenal sebagai kreator animasi dengan lisensi luar.
Data Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) menunjukkan, terdapat nama-nama studio animasi Indonesia yang diakui karya-karya, baik di tingkat lokal maupun global. Antara lain Frozzty Entertainment, Tunas Pakar Integraha, Castle Production,CAM Solution, Mirage, Pustaka Lebah, Jogjakartun, Mrico, Animad Studio, Jelly Fish, Bulakartun, Griya Studio, Bening Studio, Studio Kasatmata, Asiana Wang Animation, Bintang Jenaka Cartoon Film, Red Rocket, hingga Infinite Frameworks Studios Batam.
Bahkan, menjamurnya karya-karya ini beriringan dengan lahirnya sekolah animasi di tanah air. Sebutlah misalnya Hello Motion School of Animation and Cinema, yang dirintis Wahyu Aditya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan. Di sanalah Aditya mendidik murid-muridnya guna menyongsong cita-cita besar untuk menciptakan taman bermain seperti Walt Disney.
Melihat reputasinya, cita-cita ini bukanlah mimpi di siang bolong. Di kalangan perfilman, nama Aditya telah dikenal menghasilkan karya animasi pendek. Dapupu Project (3 menit) dan Stop Human Cloning (4 menit, 26 detik) merupakan karyanya yang sering beredar di festival lokal dan dunia. Pada Jiffest 2004 lalu, Stop Human Cloning dinobatkan sebagai film pendek terbaik.
Pada awalnya, Hello Motion ia dirikan hanya sebagai rumah produksi khusus animasi. Namun kemudian ia gelisah. Banyak orang mengeluh betapa susahnya membikin animasi. “Terus saya berpikir, kenapa nggak bikin sekolah?” katanya. Sejak berdiri, sekolah ini telah sudah meluluskan ratusan siswa. Mereka berasal dari banyak latar belakang, dari karyawan TV hingga pegawai bank.
Tak hanya di Jakarta, industri animasi juga berkembang pesat di daerah. Sebut saja PT Marsha Juwita dan PT Atelier Karo di Bali, yang sejak lama mengerjakan gambar antara (in between) dan gambar latar (back ground) film Doraemon dan Candy-Candy. Ada juga Red Rocket Animation, Bandung, yang sempat memproduksi serial film fabel Cerita Aku dan Kau hasil kerjasama dengan PT Nestle Indonesia. Selain film, mereka juga memproduksi banyak iklan animasi hingga filler pergantian acara di sejumlah stasiun TV nasional.
Sayangnya, meski diakui produk animasi lokal mengagumkan, namun nasib produksi sebagian besar berakhir tragis di tangan penonton. Pasalnya, hasil karya lokal tak dihargai dengan layak. Lebih-lebih, orang kita masih belum berpikir kalau produk animasi sebagai paduan seni dan teknologi. Ada proses kreatif yang harus dihargai dengan wajar.
Di samping itu, perilaku konsumen maupun penonton Indonesia juga tak berubah. Mereka lebih percaya untuk membayar lebih mahal pada perusahaan luar negeri dibanding ke perusahaan lokal. Para penonton pun, misalnya, lebih memilih untuk menggandrungi Upin Ipin karya Negeri Jiran, daripada Si Kabayan, karya anak negeri sendiri.
Meski demikian, menurut kami, tetap ada ceruk yang bisa diisi untuk membangkitkan kembali industri animasi lokal. Bahkan, industri animasi Indoensia tetap akan mendapat tempat di masa mendatang. Salah satu faktor pendorong meningkatnya industri animasi adalah harga hardware yang semakin turun serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Hal ini akan memudahkan seorang animator untuk membuat karya-karya animasi. Selain soal kebijakan pemerintah yang merangsang dan menjamin kreativitas terus berlangsung, sumber daya manusia acap kali menjadi faktor kendala dalam pertumbuhan industri animasi. Karena itu, sudah saatnya animator kita diberi pembobotan pengetahuan mengenai IT.

Memang, untuk mendukung industrri animasi, dibutuhkan pengetahuan dan skill terutama untuk bisa menghasilkan dan memanfaatkan tools animasi. Animator juga harus menguasai konsep-konsep teori, apalagi di era perdagangan bebas seperti ini. Jika demikian, kemajuan industri animasi yang selama ini terasakan di bidang periklanan juga dapat berbicara banyak di bidang perfilman.
Mengapa Penting Bagi Anda?
Dunia animasi, bisnis, entertainment, distribusi sedang berubah. Tidak ada yang statis, bisa jadi pasar baru akan bertumbuh, yaitu pasar industri kreatif. Bukan hanya industri harus lebih kreatif tetapi anda sebagai pengusaha wajib memikirkan sesuatu yang out of the box untuk menjadi pemain yang handal.
Kedua, sehebat-hebatnya animator Indonesia jika tidak dihargai oleh bangsa sendiri, tetaplah kita terbelakang. Begitu pula dengan bisnis anda, sehebat-hebatnya inovasi Anda, jika Anda gagal meraih hati team Anda, maka inovasi ini tidak ada hasilnya.

Salam Pencerahan,

Tom MC Ifle

Related Articles :
Bagaimana Cara Memberikan Insentif Bagi Tim Penjualan Anda ?
Bagaimana Membuat Bisnis Anda Lebih Berkembang ?
Interakasi Hubungan Baik Merupakan Mekanisme Kerjasama.
Tantangan Seorang Wanita Enterpreneur
Cara Bagaimana Melakukan Penjualan Sukses Bisa Ditempuh Dengan Memiliki Team Yang Terlatih
Bagaimana Cara berpikir seorang Leader untuk membawa perubahan yang lebih baik ?
4 Langkah Mencari Karyawan Handal
Cara membangun Bisnis Besar menggunakan Ide dan Kreatifitas orang lain.
5 Hal Yang Membuat hidup Anda Lebih Bernilai
Apa yang sedang berkembang di dunia Women entrepreneur?
Business Blueprint for Success 2014
Ketua MK tertangkap tangan KPK, Waspada! Bisa terjadi karena ?
Cabut Pentil, Parkir Liar dan Kesadaran
Bisnisku yang “digantung”
Hobby Bisnis atau Bisnis Hobby
Apakah manusia bisa dikontrol oleh sistem ?
Apakah Anda Mengenali Mitos Ini ?
5 Tips dalam memilih Software Aplikasi Bisnis Perusahaan
5 Trend 2013 yang harus diwaspadai berdasarkan Forbes
Bisnis Pariwisata – Prospek Bisnis dan Strategi Bersaing dibidang Pariwisata
Hidup untuk Hari ini : Selalu Ceria dan Tertawa
Tips Menjadi Sukses: Kiat Meraih Kepercayaan
BB Mati, Belajar Sulap dan Referensi
Memimpin Dengan Energy – 4 Ciri Leader Yang Memimpin Dengan Energy
Pelatih Bisnis-Bagaimana Mengelola Memori Agar Bisnis Sukses
Leadership – Belajar dari Politik
Leadership Tips – Top Leaders Mempermudah bukan mempersulit

Kemenperin Kucurkan Rp 20 M untuk IKM pada 2014.

sacsacscsa

Jakarta, 26 Desember 2013 -Kementerian Perindustrian berencana akan mengucurkan dana sebesar Rp20 miliar untuk program restrukturisasi mesin demi menggenjot produksi industri kecil dan menengah (IKM) pada 2014.
“Tahun depan, kami programkan Rp20 miliar,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Euis Saedah. Hal ini terkait dengan dikeluarkannya Permendag 70/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Permendag tersebut mengatur, pemerintah mewajibkan toko modern untuk memasarkan produk buatan dalam negeri setidaknya 80 persen dari jumlah dan jenis barang yang diperdagangkan.
Melalui Program Restrukturisasi Mesin, Kemenperin optimistis program tersebut akan meningkatkan pasokan produk IKM di toko-toko modern. Pada 2013, Kemenperin telah mengucurkan dana Rp11 miliar dalam program itu.
Dalam Program Restrukturisasi Mesin, pemerintah memberikan diskon sebesar 40 persen bagi IKM yang membeli mesin. “Pemerintah menyediakan potongan harga kalau belanja mesin, misal harga mesin Rp30 juta, nah 40 persennya kita kembalikan,” katanya.
Pada 2010 – 2012, Program Restrukturisasi Mesin sudah memberikan bantuan potongan harga mesin bagi IKM di bidang tekstil, produk tekstil, kulit dan produk kulit. Sementara pada 2013, program tersebut sudah merambah ke IKM-IKM bidang usaha makanan, jamu, obat-obatan dan perbengkelan.
Kemenperin mencatat penerima bantuan program tersebut hingga saat ini sekitar 150 IKM. “Di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Sulawesi. Tapi memang penerimanya 80 persen masih dari IKM-IKM dari Jawa dan Bali,” katanya.

Ekonomi Tumbuh 6 Persen Tahun Depan

sacsacscsa

Jakarta, 23 Desember 2013 – Pengamat perbankan, Cyrillus Harinowo memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 akan mencapai enam persen dibanding 2013 sekitar 5,8 persen atau naik 0,2 persen. “Tipisnya kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut, karena pertumbuhan itu diperkirakan mulai bangkit pada pertengahan 2014,” kata Cyrillus Harinowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut komisaris independen PT BCA tersebut, pada 2015 pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh hingga di atas enam persen, karena investasi asing terus mengalir di dalam negeri. “Jepang misalnya diakui Indonesia sebagai negara investasi pertama dibanding negara lain,” ujar dia.
Mengenai kredit perbankan, ia mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan akan melambat, seiring dengan imbauan Bank Indonesia (BI) agar perbankan menekan laju pertumbuhan kredit. “Melambatnya kredit perbankan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, karena pelaksanaan pemilihan umum (pemilu, namun usai pemilu ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik,” ujar Cyrillus Harinowo.
Ia mengatakan Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit perbankan pada tahun depan di kisaran 15-17 persen. Berkaitan dengan likuditas dan kredit bermasalah (NPL), menurut dia masih akan menjadi tantangan bagi perbankan pada 2014. Cyrillus Harinowo mengatakan Tahun 2014 likuiditas masih berat.

Sekarang ini banyak dana dari sistem perbankan keluar dari sistemnya. “Kami memperkirakan akhir Desember ini DPK (dana pihak ketiga) sejumlah bank akan turun. Itu terjadi karena dana dari sistem perbankan banyak keluar,” ujarnya.

QH

Teknologi Sejuta UKM dari Telkom

sacsacscsa

Jakarta, 19 Desember 2013 – Telkom bersiap untuk menyongsong 2014. BUMN telekomunikasi ini kembali berencana untuk menggenjot pasar teknologi informasi dari segmen usaha kecil menengah (UKM) karena secara skala ekonomi dinilai lumayan menjanjikan. Direktur Enterprise & Business Services Telkom Muhammad Awaluddin, menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 50 juta UKM. “Tahun ini kita optimistis dapatkan 150 ribu UKM, tahun depan 500 ribu UKM, dan 2015 itu sejuta UKM menggunakan solusi dari Telkom,” katanya.

Awaluddin menjelaskan, salah satu solusi andalan yang ditawarkan Telkom untuk menggarap pasar UKM adalah solusi aplikasi bisnis terpadu Enterprise Resource Planning (ERP) dengan nama Bostoko–kepanjangan dari ‘Bisa Online untuk Semua Toko’. “Saat ini ada sekitar tujuh ribuan toko yang menggunakan BosToko. Tahun 2014 kita bidik 20 ribu UKM yang bergabung dengan omzet hanya dari BosToko sekitar Rp 20 miliar. Kita alokasikan biaya pemasaran untuk program ini sekitar Rp 2 miliar,” jelasnya lebih lanjut.

Selain menggarap pasar UKM, Telkom juga sudah ancang-ancang pasang strategi untuk segmen enterprise. Dari pasar korporasi ini, pendapatan yang dibidik pada 2014 sebesar Rp 10 triliun atau sekitar 8% dari total proyeksi pendapatan keseluruhan perusahaan.

Menurut Awaluddin, target ini juga sedikit lebih tinggi dibandingkan perolehan enterprise Telkom di 2013 yang sejauh ini bisa berkisar Rp9,25 triliun. “Persentase pertumbuhan kami lebih besar dari industri yang cuma 5%. Telkom itu untuk pasar teknologi informasi di korporasi adalah jangkar, kita ini jadi acuan pesaing. Karena itu kita patok pertumbuhan di atas rata-rata industri,” jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkan, saat ini jumlah pelanggan enterprise Telkom tercatat 1.200 perusahaan, dan pelanggan UKM 150 ribu usaha. Segmen enterprise diprediksi bisa menghasilkan pendapatan Rp 7,5 triliun, sedangkan di segmen UKM Rp 2,5 triliun. “Kalau bicara tahun ini saya optimistis angka Rp 9,25 triliun itu bisa terlewati. Nanti diumumkan bersamaan angka resminya dengan kinerja 2013 Telkom,” ujarnya.

QH

Pemerintah Bangun 250 Ribu Rumah Murah pada 2014

sacsacscsa

Jakarta, 18 Desember 2013 – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat akan membangun 250.000 rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada 2014. Jumlah ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 2013, yakni sebanyak 121 ribu unit.
Menurut Asisten Deputi Kerja sama Pembiayaan dan Investasi Kementerian Perumahan Rakyat, Rifaid M Nur, melalui program rumah murah masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan mampu membeli tempat tinggal dengan cicilan dan uang muka lebih ringan. Program pembangunan rumah sederhana tersebut, kata dia, memakai dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga yang lebih ringan dan tetap (flat) selama masa kredit.
“Dengan nilai jual yang murah dan relatif kecil, tentunya menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan rumah yang layak dan sesuai,” katanya. Sementara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum Prof Anita Firmanti mengatakan perubahan mendasar dalam kondisi demografi, ekonomi, sosial, sangat mempengaruhi pembangunan perumahan perkotaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan yang cepat dari populasi dan urbanisasi yang terus meningkat, berdampak pada kebutuhan perumahan yang semakin meningkat pula. Dana pemerintah untuk membangun perumahan dan kemampuan ekonomi sebagian masyarakat terbatas, sehingga diperlukan teknologi inovatif untuk mewujudkan tempat tinggal yang murah dan terjangkau.

QH

Kebangkitan Kembali Bisnis Online

sacsacscsa

Tren bisnis online mengalami kebangkitan kembali di tahun 2010. kemudahan dan semakin murahnya akses internet menjadi modal utama. Terkendala oleh ketidaksiapan pasar.

Siapa bilang internet tak bisa menghasilkan uang? Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi, internet kini menjelma menjadi wahana sekaligus peluang bisnis yang menjanjikan. Bahkan, internet telah menjadi tambang uang baru yang mampu menghasilkan benefit lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Menurut General Manager e-commerce Mojopia yang melansir portal belanja online, Plasa.com, Firmansyah Saftari, peluang bisnis online memang cukup besar. Apalagi, peluang bisnis ini semakin terbuka lebar di Indonesia seiring dengan tren meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Dua tahun lalu ada 128 juta pengguna internet bergerak (mobile subscribers) di Indonesia.

Jumlahnya akan terus meningkat, di mana 2009 ini diperkirakan pengguna internet bergerak mencapai 159 juta dan sebanyak 233 juta di 2010. Dengan jumlah pengguna sebanyak ini, Indonesia berada di peringkat kelima pengguna internet di Asia. Inilah peluang besar bagi para pengusaha telematika di Indonesia untuk mengembangkan usahanya baik di tingkat lokal maupun Internasional.

Sayangnya, potensi pasar yang belum digarap secara maksimal. Terbukti, pengguna ini ternyata baru sebatas pengguna (user). Dari angka sebanyak itu, hanya 3 persen populasi online yang memanfaatkan transaksi melalui internet. Mereka belum banyak memanfaatkan peluang bisnis di bidang telematika ini. Bandingkan dengan negara maju seperti Jepang, yang industri telematika sudah sangat pesat. Bahkan, keuntungan dari game one line saja mencapai Rp 10 triliun per tahun.

Dengan memanfaatkan internet, mereka mempromosikan produk yang dibuat atau produk yang dijual, sekaligus mereka bertransaksi untuk pembelian bahan baku produk maupun bertransaksi penjualan produknya. Pengusaha akan sulit mengelola dan mengembangkan bisnisnya kalau tidak pernah mau mempergunakan teknologi informasi.

Sadar dengan potensi terpendam ini, bisnis online kembali menjadi tren pada 2010, setelah sebelumnya sempat marak dan sempat mati suri di awal tahun 2000-an. Internet memang memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dewasa ini, tak terkecuali dalam hal berbelanja. Terbukti, semakin banyak saja perusahaan yang menggeluti penjualan atau transaksi binsis dengan cara online dan meninggalkan cara konvensional.

Salah satu online store yang mengalami kebangkitan kembali adalah Plasa.com. PT Metranet, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. telah mendirikan Mojopia, sebagai perusahaan yang akan menyediakan wadah online bagi semua kalangan untuk menjual barang dagangannya. Situs online tersebut adalah Plasa.com, yang bercita-cita menjadi portal e-commerce terbesar di Indonesia, seperti layaknya Amazon.com di luar negeri sana.

Situs yang sebelumnya merupakan ajang komunikasi member untuk saling tetap berhubungan satu sama lain, beberapa bulan terakhir ‘disulap’ menjadi e-commerce atau situs untuk belanja. Guna menopang usahanya, Plasa.com menawarkan kepada sejumlah pihak, baik perorangan maupun institusi bisnis, untuk menjadi merchantdan memasarkan produknya.

Bahkan, sepanjang 2010 ini, Metranet akan membebaskan seluruh biaya yang diperlukan bagi merchant untuk dapat memasarkan produk di Plasa.com. Tujuannya tidak lain untuk mencapai target 1.000 merchant yang menggunakan jasanya untuk berjualan tahun ini, dengan jualan lebih dari 1 juta barang. Beberapa jenis barang yang masuk daftar barang yang boleh dijual di Plasa.com adalah handicraft, elektronik, produk fashion, peralatan otomotif, perlengkapan kesehatan dan kecantikan, sampai keperluan bayi.

Menurut Saftari, situsnya kini sudah memiliki member 450.000 orang ini sangat aman dalam hal pembelian secara online. Setiap pembeli dan penjual juga terdaftar sebagai member, jadi transaksinya lebih aman dan terkontrol. Situs lama milik Telkom itu memang membuka kesempatan bagi siapapun. “Jadi siapapun yang mau menjual atau membeli barang bisa melalui Plasa.com. Kami siapkan wadah, di mana UKM bisa beriklan, melakukan transaksi pembayaran, sampai melakukan pengiriman barang ke pembeli,” kata Saftari.

Minimnya jumlah transaksi online di Indonesia, di satu sisi, karena rendahnya kepercayaan pengguna internet atas transaksi semacam itu. Selama ini, masyarakat lebih nyaman mendatangi mal atau toko secara langsung. Namun, dalam perkembangan, Plasa.com menjadi salah satu portal bisnis online yang cukup dipercaya konsumennya. Saftari menjelaskan, pihaknya menerapkan sistem yang membuat transaksi aman, barang dijamin sampai ke alamat, barang yang datang sesuai dengan pesanan.

Sebagainya bisnis pada umumnya, portal belanja ini pun mulai mendulang omzet. Dalam sebulan, Saftari mencatat, jumlah transaksi online mencapai Rp 40-50 juta. “Masih kecil jumlah transaksinya. Karena masyarakat kita belum siap dan terbiasa dengan transaksi online,” kata Saftari.

Apapun itu, bisnis online telah menginspirasi banyak orang untuk menggeluti hal senada. Contohnya, Tokopedia, yang mengibaratkan diri sebagai sebuah mal online, yang memungkinkan setiap pengguna membuka toko-online mereka dengan mudah bahkan gratis. Seperti halnya mal, pilihan barang yang tersedia pun variatif dengan adanya sejumlah merchant yang membuka gerainya.

Tak hanya itu, berbagai sarana penunjang dan sistem terpadu yang dimiliki Tokopedia mampu meminimalisir kekhawatiran para konsumen. Seluruh transaksi yang dilakukan di Tokopedia menggunakan transfer antar-rekening bank. Tokopedia dilengkapi dengan mesin pencari yang akan memudahkan pencarian barang yang diinginkan.

Urusan transaksi online ternyata bukan hanya urusan perusahaan ritel. Baru-baru ini, maskapai penerbangan PT Mandala Airlines memperkenalkan website Mandala Fly N’ Shop dan AirAsia Grup mengusung AirAsiaMegastore.com sebagai sarana belanja online milik mereka. Mereka menyediakan berbagai jenis produk bermerek dengan harga terjangkau, dengan harga lebih rendah dibandingkan dengan harga ritel.

Boleh jadi terobosan ini makin banyak pengikutnya. Pasalnya, tren online shoppingsemakin mendapat tempat seiring akses internet yang mudah dan mobilitas kaum urban yang cenderung meningkat. Sedikit demi sedikit, penetrasi ulang bisnis onlineini akan membuat masyarakat lebih terdidik dan terbiasa dengan gaya hidup baru untuk lebih sering bertransaksi secara online.

Indonesia Travel and Tourism Awards 2013 Kembali Digelar

sacsacscsa

Jakarta,  17 Desember 2013 – Indonesia Travel and Tourism Awards atau ITTA Foundation kembali menggelar  Indonesia Travel and Tourism Awards untuk ke-empat kalinya pada 16 Desember 2013 di Hotel The Ritz Carlton Jakarta Mega Kuningan. “Dengan penganugerahaan penghargaan ini, kami ingin para pelaku industri travel dan pariwisata dapat memberikan layanan berkualitas yang berkelanjutan,” kata Presiden ITTA Foundation Panca Sarungu.

Sektor pariwisata dan travel telah membantu pemasukan devisa negara sebanyak Rp10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) tahun ini. “Nilai tersebut melebihi yang disumbangkan sektor pertambangan dan energi, karenanya sangat penting bagi para pelaku industri travel dan pariwisata untuk menjaga kualitas dan membuktikan brand terbaik dalam melayani masyarakat pelanggannya,” kata Panca.

Total, ada lebih dari 125 pelaku industri pariwisata yang bersaing untuk menjadi terbaik.  ITTA 2013 menyeleksi 41 brand terbaik di bidang industri pariwisata dan travel melalui tiga tahapan yaitu pemungutan suara selama 15 hari pada Oktober 2013 melalui media sosial “Facebook”. “Tercatat 25.000 suara sudah masuk baik dari masyarakat dalam maupun luar negeri,” katanya. Setelah itu, Dewan Penasihat melakukan voting yang hasilnya dikirim ke universitas untuk diteliti keabsahannya.

14 Dewan Penasihat sekaligus juri ITTA 2013 antara lain Arief gunawan (President dan CEO Sevenfold Asia), Leslie Choudury (CEO Dreamz Image International), Trence T Lee (Chief Operating Officer PT Rudy Indopratama Sejahtera) dan lain-lain.

Berikut Nama Peraih Penghargaan Indonesia Travel and Tourism Award 2013/2014

Indonesia Hotel of The Year: The Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan

Indonesia Leading Luxury Hotel: The Ritz-Carlton Jakarta – Mega Kuningan

Indonesia Leading Boutique Hotel: Bali Niksoma Boutique Beach Resort

Indonesia Leading Business Hotel: Hotel Borobudur Jakarta

Indonesia Leading Global Hotel Chain: Swiss-Belhotel International

Indonesia Leading Green Hotel: Melia Bali – Indonesia

Indonesia Leading Family Resort: Intercontinental Bali Resort

Indonesia Leading City Hotel: The Magani Hotel & Spa

Indonesia Leading Independent Spa: Prana Spa – Seminyak

Indonesia Leading Local Hotel Chain: Intiwhiz

Indonesia Leading Spa Resort: The Laguna, A Luxury Collection Resort and Spa, Nusa   Dua, Bali

Indonesia Leading Luxury Resort: The St. Regis Bali Resort

Indonesia Leading Romantic Hotel: The L Hotel Seminyak

Indonesia Leading Beach Resort: Discovery Kartika Plaza Hotel Bali

Indonesia Leading Thematic Resort: Alaya Resort Ubud Indonesia Leading Romantic Villa: Villa De Daun

Indonesia Leading Airport Hotel: Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa

Indonesia Villa of The Year: Kayumanis Jimbaran

Indonesia Leading Boutique Resort: Premier Hospitality Asia Resort

Indonesia Leading Low Cost Airline: Citilink

Indonesia  Leading Inbound Travel Agent: Panorama Tours

Indonesia Leading Theme Park: Bali Safari & Marine Park

Indonesia Leading Coach/ Bus Company: White Horse Group

Indonesia Leading Water Sport : Bali Marine Walk

Indonesia Leading Golf Resort: New Kuta Golf and Ocean View

Indonesia Leading Island Resort – Bali: Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Bali

Indonesia Leading Outbond Travel Agent : TX Travel

Indonesia Leading Travel Technology Provider: Travel Agent Network

Indonesia Leading Online Travel Agent: Rajakamar.com

Indonesia Leading Island Resort – Lombok: Hotel Vila Lombok

Indonesia Leading Tour Operator: Destination Asia

Indonesia Leading City Hotel – Jakarta: The Sultan Hotel & Residence Jakarta

Indonesia Resort Of The Year: Banyan Tree Ungasan, Bali

Indonesia Leading Cruise Operator: Rahai’I Pangun – Kalimantan Tour Destination

Indonesia Leading Lifestyle Hotel: Artotel Indonesia

Indonesia Leading MICE Hotel/Venue: The Papandayan Bandung

Indonesia Leading Taxi/Limousine Company: Blue Bird Group

Indonesia Leading Consumer Bank: BNI

Indonesia Leading International Airline: Garuda Indonesia

Indonesia Leading Romantic Resort: Grand Aston Bali Beach Resort

Indonesia Leading Corporate Travel Agent: Panorama Tours

ITTA Knowledge and Research Partner: Binus Business School

QH

Pekan Wirausaha Makassar 2013 Digelar

sacsacscsa

Jakarta, 16 Desember 2013 – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersama sejumlah pengusaha Sulawesi Selatan dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara Pesta Wirausaha Makassar 2013 bertemakan “Passion Of Celebes” di Celebes Convention Centre (CCC), 28–29 Desember 2013.
Ketua pelaksana Rahmat Al Muarif, di Makassar, mengatakan beberapa nama pengusaha sukses yang juga direncakanan hadir seperti Aksa Mahmud, Alwi Hamu, Mubyl Handaling, Fauzy Rachmanto, M Fitriady Zainal Abidin, Teguh “Hidro” Wibawanto, serta Handoko “BrandGardener”, Hendroyono.
“Para pemateri akan memberaikan sejumlah tips dan ilmu soal wirausaha. Kami juga sengaja memilih nama tersebut karena merupakan pengusaha sukses baik tingkat nasional hingga kancah internasional,” jelasnya, seperti dikutip Antara.
Selain agenda seminar, Pesta Wirausaha Makassar 2013 juga akan menggelar sejumlah kegiatan termasuk pelatihan UKM serta expo atau pameran untuk beberapa produk seperti kuliner, fashion, kanvas, dan sebagainya.
Untuk peserta UKM yang akan melibatkan diri dalam kegiatan pertama kali di Makassar tersebut, panitia menargetkan bisa diikuti hingga 50 UKM se Sulsel. Para pelaku UKM ini pada umumnya merupakan pengusaha muda yang juga berstatus mahasiswa.
“Untuk peserta kita targetkan bisa mencapai 5 ribu peserta. Untuk tiket masuk ada tiga jenis yakni kategori silver Rp 150.000, kategori gold Rp 200.000, serta untuk platinum dengan berbagai kelebihan kita tawarkan Rp 1,2 juta,” jelasnya.
Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Makassar Muhammad Fitriady menjelaskan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama TDA Makassar dan Bank BNI. Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan dibeberapa daerah serta luar negeri.
Mengenai keputusan menggelar di Makassar, menurut dia, karena Makassar merupakan salah satu kota yang tingkat pertumbuhan ekonominya tertinggi di Indonesia. Pelaksanaan ini sekaligus untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa Makassar itu bukan hanya terkenal dengan demonstrasinya namun memiliki banyak kelebihan.
Komunitas TDA terbentuk di Jakarta pada 2006. Untuk saat ini, TDA sudah memiliki puluhan pengurus dari berbagai kota di Indonesia. Selain Indonesia, TDA juga sudah terbentuk di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong serta Mesir yang baru saja terbentuk.
“Sebelum di Makassar, kita juga telah melaksanakan kegiatan serupa di Hongkong beberapa waktu lalu. TDA sendiri terbentuk dengan tujuan memberikan pengetahuan terhadap kaum muda dalam berwirausaha. Misi kita yakni menyebar virus berwirausaha untuk masyarakat,” ujarnya.
Wakil Penanggungjawab Wilayah BNI Riswan Nasaruddin, mengakui keputusan melakukan kerjasama dengan TDA karena memiliki kemiripan visi khususnya terkait UMKM.
“Pertumbuhan ekonomi Makassar yang mencapai 9,6 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi selama ini kegiatan sepert itu hanya melulu digelar di Pulau Jawa sehingga tidak ada salahnya jika kita laksanakan di Makassar,” ujarnya.

 QH.

UMKM Terkendala dengan Lemahnya Akses Permodalan

sacsacscsa

Jakarta, 12 Desember 2013 – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diyakini masih memiliki berbagai kendala. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Juhozua Yoltuwu. Menurutnya, UMKM masih memiliki banyak tantangan terutama lemahnya akses untuk permodalan.
“Dinamika usaha mikro kecil menegah dan koperasi secara umum telah berkembang dengan baik, namun masih ada kendala terutama lemahnya akses untuk permodalan,” kata Juhozua dalam sambutannya pada acara “Citi Micro-Entrepreneurship Award” (CMA) 2013 di Jakarta, Rabu lalu. Ia menambahkan, selain terkendala masalah akses permodalan tersebut, beberapa permasalahan lainnya adalah terkait dengan rendahnya kapasitas produksi dan kompetensi wirausaha, rendahnya kualitas produk, dan juga terbatasnya kemampuan pengembangan pasar dan pemasaran.
Menurut Juhozua, untuk daerah tertinggal juga masih memiliki permasalahan berupa minimnya infrastruktur yang kurang memadai, yang jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia sudah jauh tertinggal. “Kota-kota besar memiliki infrastruktur pendukung yang memadai, namun di daerah tertinggal masih belum ada, yang dinilai bisa menimbulkan ketidakpastian berusaha,” kata Juhozua.
Guna mengatasi hal itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan upaya koordinasi dan sinkronisasi UMKM dengan berbagai pihak agar mampu meningkatkan perekonomian lokal yang akan mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah tertinggal. “Kami terus berupaya untuk mendorong pembangunan daerah tertinggal salah satunya dengan mendorong kebijakan afirmatif, karena kemampuan ekonomi di daerah tertinggal berbeda dengan pusat,” kata Juhozua.
Kaitannya dengan pemberian penghargaan pada Citi Micro-Entrepreneurship Award (CMA) 2013 merupakan bentuk apresiasi daya juang wirausaha mikro di Indonesia yang mampu menyumbang 57,4 persen PDB nasional Indonesia. Dalam pendaftaran yang dibuka sejak Juni 2013, sebanyak 451 wirausaha mikro yang beromzet di bawah Rp100 juta per tahun atau dengan laba bersih maksimal Rp3 juta per bulan telah berpartisipasi pada CMA 2013.
Dari sebanyak 451 peserta yang mengikuti seleksi berupa seleksi administratif, survei tempat usaha dan wawancara tersebut, sebanyak 16 peserta dipilih sebagai finalis dari seluruh Indonesia yang terbagi dalam wirausaha mikro perempuan, wirausaha mikro sosial, wirausaha mikro berwawasan lingkungan, dan wirausaha mikro pelestarian budaya. Selain itu akan diberikan penghargaan kepada sembilan individu.
Citi Foundation 2013 mengalokasikan dana kurang lebih sebesar 150.000 dolar AS dan jika diakumulasikan sejak 2005, melalui Citi Peka telah mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar untuk program tersebut.

QH.