Branding: 5 Tanda Kematian Brand

Branding adalah masa depan sebuah bisnis karena brand yang baik akan mengikat kesetiaan customer dalam jangka panjang. Bayangkan sebuah brand yang memiliki loyalis rela menggambar tato di tubuhnya untuk menunjukkan kesetiaan mereka pada brand tersebut, sebut saja Harley Davidson. Branding juga merupakan intangible asset yang sering kali dilupakan oleh pengusaha kecil dan menengah.

Pada tanggal 5 November 2013 lalu saya berkunjung ke London United Kingdom untuk menghadiri sebuah short course di Said Business School di University of Oxford. Sebuah pengalaman menarik ketika saya mengunjungi M&M’s World London.

M&M’s World adalah sebuah toko 4 lantai yang hanya menjual semua hal yang berhubungan dengan permen M&M. M&M’s World di London terletak di Leiscster Square hanya beberapa blok dari China Town London. Toko ini merupakan toko M&M terbesar didunia dengan luas sekitar 3,250 meter persegi. Yang sangat menarik dari M&M’s World ini adalah M&M membranding dengan membuat barang-barang yang didesain ala permen M&M, seperti kaos M&M, T-Shirt M&M, bola golf M&M, selimut bayi M&M, dan seterusnya. Anda akan amaze betapa sebuah permen dapat bertransformasi menjadi barang fashion yang dipakai orang banyak.

Nah, ketika Anda memiliki produk, branding menjadi modal yang bisa dibanggakan oleh customer yang memakainya. Berikut ini adalah tanda-tanda kematian sebuah brand .

5 tanda-tanda kematian brand yang harus Anda hindari

  1. Mulai Ditinggalkan Pelanggan Setia . Pelanggan mulai meninggalkan Anda, namun Anda tidak menyadarinya. Artinya meskipun cutomer tidak puas dengan produk Anda, mereka juga tidak menyampaikan complain secara terbuka.
  2. Nilai Tambah Dipertanyakan. Pelanggan mempertanyakan benefit yang mereka dapat. Semakin banyak pelanggan yang mempertanyakan, “mas, katanya dapat BONUS tapi koq ngga ada yah?”. Atau “Mas, fitur ‘X’ yang ditulis tidak berfungsi sebagaimana mestinya, bagaimana ini?”. Bisa jadi Anda berpikir telah menyediakan nilai tambah yang luar biasa, namun customer tidak bisa menikmati.
  3. Makin Banyak Pelanggan Yang Minta Potongan Harga. Benefit yang dirasa customer biasanya adalah perbandingan antara value yang Anda berikan dibanding biaya yang mereka bayar. Jika value lebih kecil, mereka akan meminta Anda menurunkan harga.
  4. Kehilangan Market Share. Anda dan team mulai meragukan posisi Anda dipasar. Keraguan ini menunjukkan hilangkan rasa percaya diri pasar terhadap Anda.
  5. Margin Menipis. Anda tidak dapat menaikkan harga meskipun biaya membengkak. Ketidakmampuan Anda menciptakan bisnis yang efisien tentunya mempengaruhi kemampuan Anda menciptakan produk yang bermutu tapi terjangkau. Kondisi yang berlangsung seperti ini akan membunuh bisnis Anda perlahan-lahan.

Lima hal diatas hanya tanda-tanda, syndrome, indikasi bahwa Anda harus merubah cara Anda menjalankan bisnis.  Ingat, kesetiaan pelanggan Anda bergantung pada kemampuan Anda menjaga relasi dengan memiliki bisnis yang berkualitas.

Jika Anda ingin belajar cara membangun System Bisnis yang bisa berjalan tanpa Anda, klik www.topcoachindonesia.com/bisnis. Dapatkan lebih dari 300 strategi menjalankan bisnis secara lebih efektif dan efisien.

Salam pencerahan,

Tom MC Ifle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *